Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pena Abuya

Peringatan Haul ke-10 Abuya Sayyid Abbas bin Alawi Al Maliky Al Hasani di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto

Gambar
Pacet, 28 Desember 2024  – Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto sukses menggelar acara peringatan haul ke-10 Abuya Sayyid Abbas bin Alawi Al Maliky Al Hasani, salah satu ulama besar Ahlussunnah dari Kota Makkah Al Mukarromah, yang merupakan saudara kandung dari Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliky Al Hasani. Acara yang penuh khidmat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Desember 2024, bertempat di Masjid Al Haud, setelah pelaksanaan Sholat Maghrib berjamaah. Acara ini dihadiri oleh Dewan Pengasuh, para Asaatidz, pengurus, serta seluruh santri putra-putri Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto. Kegiatan dimulai dengan pembacaan Surah Yasin dan Tahlil, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum.  Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Manaqib  Abuya Sayyid Abbas bin Alawi Al Maliky Al Hasani yang dipimpin oleh Agus Najah Mahfudz . Dalam pembacaan tersebut, Agus Najah memaparkan biografi beliau, mulai dari masa kelahiran, perjuangan...

Peringatan Hari Santri Nasional dan Milad Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto

Gambar
Pacet, 22 Oktober 2024 – Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Pacet Mojokerto, menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional dan Milad Pesantren yang diadakan pada hari Selasa, 22 Oktober 2024. Kegiatan yang berlangsung di lapangan pesantren ini dihadiri oleh seluruh santri, dewan asatidz, serta perwakilan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Riyadlul Jannah dan siswa SMP-SMA Riyadlul Jannah.  Upacara ini dipersiapkan secara rapi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIES Riyadlul Jannah dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP-SMA Riyadlul Jannah. Sebagai Pembina upacara, Agus Zain, Lc., menyampaikan amanat yang penuh makna dengan mengambil kutipan dari karya tulis Abuya KH. Mahfudz Syaubari, M.A., berjudul "Sakralitas Hari Santri dalam Mengenang Resolusi Jihad."  Dalam amanatnya, Agus Zain mengulas tentang makna kata "santri" yang berasal dari bahasa Sansekerta "cantrik," yang berarti pelayan atau pengikut seorang tokoh. Ia j...

DARI MERDEKA MENUJU KEDAULATAN BANGSA

Gambar
  Dari Merdeka Menuju Kedaulatan Bangsa  Oleh: Abuya KH. Mahfudz Syaubari, MA.    Setelah melalui revolusi disusul dengan resolusi, bangsa ini dapat melepaskan diri dari cengkeraman para penjajah yang telah sekian abad bercokol di bumi pertiwi ini. Tidak cukup berhenti di sini saja, karena berdirinya sebuah negara baru perlu mendapatkan pengakuan dunia internasional melalui diplomasi-diplomasi luar negeri. Hal itupun juga telah dilakukan oleh para tokoh bangsa kita yang diprakarsai oleh Haji Agus Salim dkk. mulai dari pengakuan Mesir, disusul negara-negara lain seperti Libanon, Suriah, Irak, Arab Saudi, dan Yaman. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan ini adalah merupakan buah hasil pendidikan yang murni dari para da'i yang dilandasi dengan ajaran risalah nabawiyah . Yang mengajarkan betapa pentingnya rasa cinta tanah air sebagaimana semboyan: حُبُّ اْلوَطَنِ مِنَ اْلإِيْمَانِ "cinta tanah air ...

Mengintip Selayang Pandang Pendidikan Islam

Gambar
  Mengintip Selayang Pandang Pendidikan Islam Oleh:   Abi   Abdillah Munculnya risalah Nabawiyah tidak berada dalam vakum kehidupan akan tetapi justru berada di tengah hiruk-pikuk kejayaan 2 kerajaan Romawi dan persia yang sudah ribuan tahun. Tanpa mengintip, menengok apalagi mempelajari pula dua kerajaan tersebut, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menciptakan pola kehidupan yang bernuansa lain, dengan gaya hidup yang sahaja, humanis dan familiar sehingga menarik respon positif dari berbagai kalangan kehidupan mulai dari para pengusaha, tokoh-tokoh masyarakat baik yang tua maupun yang muda ataupun kalangan masyarakat biasa, semua merespon positif terhadap multifungsi yang ditunjukkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sehingga yang dekat semakin dekat yang masih jauh pun penasaran untuk mendekat. Para sahabat nabi sangat antusias mengikuti secara aktif dalam segala pola kehidupan Rasulullah SAW mulai dari ekonomi, pelayanan kemasyarakatan dan kehidupan dalam ...

Sakralitas Hari-hari Amanat Resolusi Jihad

Gambar
  Sakralitas Hari-hari Amanat Resolusi Jihad   Oleh: Abi Abdillah            Setelah bangsa Indonesia mengenyam kehidupan yang bebas, nyaman, rukun, damai usai keberhasilan gerakan revolusi kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan belum genap tiga bulan kemudian bangsa ini kembali teresahkan dengan informasi bahwa Belanda mengumpulkan para sekutu untuk menjajah dan menguasai negeri ini lagi. Ganas, keji dan biadabnya para penjajah dalam waktu yang cukup panjang, belum terlupakan oleh bangsa ini, sehingga rasa cemas takut, putus asa campur bawur dalam perasaan bangsa, serasa kehidupan masa depan  akan lenyap kembali. Keadaan yang mencekam menjadikan anak bangsa bimbang, satu sisi ada keinginan untuk melawan akan tetapi di sisi lain mengetahui kekuatan lawan yang jauh tidak seimbang, namun dengan iman yang mendasari segala pola hidup dan kehidupan ...

DARI MERDEKA MENUJU KEDAULATAN BANGSA

Gambar
  DARI MERDEKA MENUJU KEDAULATAN BANGSA Setelah melalui revolusi disusul dengan resolusi, bangsa ini dapat melepaskan diri dari cengkeraman para penjajah yang telah sekian abad bercokol di bumi pertiwi ini. Tidak cukup berhenti di sini saja, karena berdirinya sebuah negara baru perlu mendapatkan pengakuan dunia internasional melalui diplomasi-diplomasi luar negeri. Hal itupun juga telah dilakukan oleh para tokoh bangsa kita yang diprakarsai oleh Haji Agus Salim dkk. mulai dari pengakuan Mesir, disusul negara-negara lain seperti Lebanon , Suriah, Irak, Arab Saudi, dan Yaman . Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan ini adalah merupakan buah hasil pendidikan yang murni dari para da'i yang dilandasi dengan ajaran risalah nabawiyah . Yang mengajarkan betapa pentingnya rasa cinta tanah air sebagaimana semboyan : حب الوطن من الايمان Cinta tanah air adalah sebagian daripada iman Perlu kita tengok kembali bagaimana rosulullah Saw mendidik para sahabatnya di tengah kejayaan Ro...

DARI PESANTREN SIDOGIRI MENUJU REVOLUSI, RESOLUSI DAN DIPLOMASI REPUBLIK INDONESIA

Gambar
  DARI PESANTREN SIDOGIRI MENUJU REVOLUSI, RESOLUSI DAN DIPLOMASI REPUBLIK INDONESIA   Bermula d i Sidogiri Mbah Sayyid Sulaiman berhasil meng - akulturasi dari pernak pernik orient ed padepokan-padepokan yang tersebar di bumi nusantara sebagai kultur budaya masyarakat kita pada saat itu dijadikan sebagai markazut tarbiyah wat Ta'lim ala ahli suffatinnabiy Saw . Pada mulanya padepokan itu dihuni para cantrik sehinngga tempatnya dikenal dengan sebutan pecantrikan namun Mbah Sulaiman adalah keturunan Arab yang tidak dapat melafalkan "c" sehingga Beliau menyebut kata cantrik dengan lahjah Arab menjadi kata santri, dengan awalan "pe" dan akhiran "an" ketika disusun menjadi kata pesantren (tempat singgahnya para santri). D engan antusias masyarakat kepada pesantren, setelah merasakan kesejukan dan kedamaian serta gairah dalam kehidupan , menjadika Belanda yang sudah bercokol kurang lebih hampir 2 abad di negeri ini melongok dan terus mengamati...